Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

TUAN dan PELAYAN






Tahukah Engkau Tuan....
Saat tuan suka,
Aku ikut tersenyum bahkan tertawa

Saat tuan berduka,
Aku yang pertama meneteskan air mata

Saat tuan gundah
Aku gelisah berjalan dari meja ke meja melewati pintu dan jendela

Saat Tuan bernyanyi
Akulah yang menari meliukkan jari jemari

Saat tuan lantunkan Murrotal Qur'an tiap malam
Aku terdiam tuma'ninah dan mataku terpejam

Tuanku....
diammu adalah dzikirmu, 
ucapanmu adalah fikirmu

Tuanku....
saat kau terluka anak panah dan berdarah-darah

aku tak bisa terima, ingin kubadik mereka!

tapi kau mencegah dan
kau tetap berdiri menatap dunia penuh sahaja 
luka bagimu seperti gula 

Tuanku....
jagalah diri karena aku ingin temani hingga syurga nanti
aku harap kita sejalan seirama dalam kasih Allah

Tuanku...
akulah saksi akan perjalan hidupmu
tuntun aku di Shirat yang tajam lagi sempit dengan amalmu
jangan paksa aku tuk buka suara yang kan mengirimmu ke neraka
aku tak mau terpenjara dalam kungkungan neraka yang tiada batas akhirnya
jangan,,,oh jangan!!!!

Tolong dengar pintaku tuan....
tuntun aku di jalan Tuhan,,,,,
karena TUAN dan AKU adalah SATU


Tuan..... engkau adalah hakekat Hatiku
dan Aku Tubuhmu sebagai Pelayan.kehendak hatimu....
Aku dan kamu satu Tubuh




*sumber gambar: google





Kamis, 14 Juni 2012

Lukisan Di Dinding Langit

Malam kian hening, bulan sepertinya enggan memberi sinar. Namun sang bintang meski dianggap kecil sinarnya, tak pernah berhenti menceriakan dan temani hamba-hamba yang ingin menulis dan melukiskan di dinding langit Sang Khaliq.

Tulisan di sebelah utara seperti dari dalam istana
yang di tengah dari jiwa yang teraniaya
utara, selatan, barat, timur...
Penuh.....
Tapi semakin aku pandang, dinding langit kian membentang seakan siap menampung semua lukisan

Gusti Alloh....
Engkau Maha Rahim....hingga tak ada satupun lukisan dan tulisan dari hambaMu yang terlewatkan....yang terabaikan.....

Senin, 30 April 2012

Sajak Amarah

berapa sumpah serapah yang terbungkus ludah?
berapa kali tanganmu menggebrak meja?
berapa banyak hasrat jiwa tuk buat celaka?
Amarah laksana raja Abrahah, Fir'aun dan kegelisahan Nabi Musa.


Hanya kepasrahan jiwa yang bisa menangkal bala tentara Abrahah
hanya kepasrahan jiwa yang membuat Nabi Musa mampu membelah laut merah
hanya kepasrahan jiwa yang membuat gua hiro' bersarang laba-laba
hanya kepasrahan jiwa yang membuat Nabi Isa naik ke Sidratul Muntaha
dan....
hanya kepasrahan jiwa yang bisa mengangkat seorang brandal Lokajaya menjadi Sang Sunan Kalijaga

masih pantaskah kita selalu mengumbar amarah bila Alloh lebih mengagumi dan menolong hamba yang berpasrah kepadaNya?

Dan ingatlah apa yang diwasiatkan Nabi Khidir kepada Nabi Musa bahwa perbanyaklah tersenyum bukan banyak tertawa...., karena senyum akan memberi sinar pada hati sedang banyak tertawa sering membutakan hati...

Selasa, 14 Februari 2012

Kurajam Diriku

Sufi mulia itu selalu menggenggam cambuk
bukan untuk kamu dan bukan untuk aku
wanita itu takkan menggores kulit siapapun

Lalu buat siapa?
Untuk apa?
tuk menyeka air matakah?
tuk membalas dendamkah?

Bukan dan bukan,
cambuk itu....
Buat kulit dan jiwanya!!
Dia tak menunggu malaikat tuk merajamnya
Dia juga tak menunggu polisi tuk menangkapnya
Dia harus mampu menghukum diri sendiri
Sebelum Tuhan mengampuni dengan belas kasih

Tahukah engkau hakekat cambuk sang sufi????

Kamis, 09 Februari 2012

Lubang Buaya

Lubang Buaya simbol nyata
dari kedholiman yang sempurna
Mereka mengira bahwa rahasia di bawah tanah
akan selalu terjaga

Ketahuilah tidak ada rahasia di dunia
karena Tuhan dan malaikat sudah mencatatnya
kamu boleh menguburnya
tapi Tuhan sendiri yang kan buka kebenaranNya

Tuhan punya seribu cara
tuk menolong hamba yang teraniaya

Belajarlah dari kisah Lubang Buaya....

Selasa, 23 Agustus 2011

PIRAMIDA CINTA

Turun dari lembah aku menuju altar cinta

Tapak tangga perlahan kusapa

Takku peduli walau ada kerikil yang menggoda

Tetap kunaiki lagi setapak di atasnya



Terhentak oleh teriakan menggema

Tutup telinga dan terus melangkah

Takkan kubiarkan rintangan merubah langkah



Tinggal kini selangkah menuju puncak tangga

Tak kusangka masih ada ujian menghampiri jua

Terluka dan berdarah darah dalam rasa

Tetesan air matapun mengalir tanpa muara



Tapi haruskah terputus asa.....???

Tuhan......, aku datang dalam do'a



Tak bosan aku meminta

Terangi asa bernaung cinta

Tak jemu aku berharap

Terikat dalam satu munajat



Tubuh kaku, lidah kelu

Tatapan sayu, hatipun beku

Tuhan...., jangan Engkau panggil aku menghadapMu

Tanpa cinta dan RidhoMu..



Tiupan sangkakala ajal mendekat

Tergetar jiwa..kening berkeringat

Teringat bekal hanya secawan

Tuk perjalanan hingga akhir zaman



Takku percaya apa yang terjadi...? Apa aku sudah mati...?

Tak taukah mungkin aku sudah dianggap mati....??



Teronggok sendiri bersama sepi

Tetesan bunga sedekah kerap menemani

Terngiang dalam untaian kitab barzanji

Tilawah sholawat ikut bernyanyi



Tulisan nisan tak bernama

Takkan buat malaikat salah rumah

Tak ada lukisan indah dalam busana

Takkan buat diri kurang pesona



Trap....Trap....Trap.....

Tak terasa begitu cepat, langkah dari buaian menuju liang lahat....!!!



By : ifa, 24 Romadhon 1432 H.

Rabu, 27 Juli 2011

Cinta 1001 Malam


bersamamu,

aku ingin melukis cinta yang melegenda

layaknya cerita 1001 malam yang tak pernah usai kisahnya


bersamamu,

serpihan hati yang berserakan akan aku kumpulkan sebagai sedekah kepada Tuhan

dalam bentuk keihlasan dan senyuman


bersamamu,

gelap malam berubah terang karena lentera cintamu tak pernah padam


dan bersamamu...

ingin kureguk cinta hingga mabuk asmara, berdua menggelar sajadah hingga fajar tiba

tapi satu hal yang paling aku rindukan,

bisa mereguk cinta di indahnya Malam 1000 Bulan


Dengan segala kerendahan hati, admin blog sederhana ini mohon ma'af yang sebesar-besarnya bila ada salah sikap maupun dalam berucap,

maaf lahir batin.... dan

MARHABAN YA RAMADHAN



Selasa, 19 Juli 2011

MATI SURI

aku engkau sebut sebagai kitab suci
engkau juga tempatkan aku di shof tertinggi
tapi kenapa hanya debu yang menemani
aku tergeletak sendiri dan mati suri

aku engkau manja dengan ruang indah
putih tubuhku berharap bisa membalut tubuhmu
namun aku engkau kunci di dalam almari
tergeletak sendiri dan mati suri

aku juga selalu bergelayut mesra di lengan indahmu
tak pernah lepas dari genggaman tanganmu
namun rotasi tubuhku hanya hiasan semu
karena tak diikuti dzikir dari qolbu

wahai insan dunia, dengarkanlah aku...
Akulah para Kitab Suci
Akulah mukenah dan peci
Akulah para tasbih
yang rindu bertemu Tuhan bersama sang Tuan....
terus bersama tidak hanya saat lebaran atau ramadhan
tapi di sepanjang dua belas bulan....

Senin, 13 Juni 2011

SERPIHAN HATI

Tuhan...
andaikan ada penerbangan ke dua ke sidratul muntaha
akulah orang pertama yang akan beli tiketnya

aku ingin isi jiwa ini dibelah
tuk keluarkah darah dan nanah...
agar jiwa hanya dipenuhi cinta dan taqwa

aku mau hati ini dioperasi
tuk keluarkan serpihan hati
agar hati hanya dipenuhi rasa kasih yang tak pernah mati

Sabtu, 28 Mei 2011

Tak Bisa Sempurna

Selama nyawa masih terbungkus raga, roh dan cinta terus menjelma bercampur dalam sukma yang tak terelakkan, meski tak terlihat dalam pandangan.
Aku sadar..aku bukan yang istimewa,aku hanya pengembara biasa dan masih jauh dari kata sempurna. Bahkan saat berdiri menatapMu pun masih terlintas juga wajah dunia meski separuh batinku menatap lentera surga.

jika aku bisa  menjadi sempurna
aku takkan jadi manusia
karena kesempurnaan adalah
hak Sang Kholiq saja !!!!

Pintaku...
Biarkan aku bercengkerama di syurga keabadian-Mu, mencintaiMu dengan segala ketidak sempurnaanku...

Minggu, 08 Mei 2011

TEMARAM MALAM

Purnama itu pelan-pelan tenggelam
menghilang dari pandangan
temaram malam takkan hentikan langkahku dan sujudku
karena lentera Tuhan telah menuntunku menuju cahaya baru

gelap bukan berarti tak bercahaya
tak punya apa-apa juga bukan berarti tak memiliki apa-apa

jika kau liat dengan kasat mata,
pasti tak kau temukan apa-apa
pinjamlah...ambillah cahaya Tuhan
ikatkan dalam ruh mu
kau akan tau bahwa cahaya sesungguhnya
selalu ada dalam jiwa
kaupun bisa melihat aneka warna isi dunia
walo tanpa membuka mata..

matahari dan bulan bisa mati karena rotasi bumi
namun cahaya Tuhan akan abadi di sudut hati

*dalam temaram malam aku lihat sosok jiwa dengan buliran air mata tanpa kutahu artinya, tangis sedih yang tak terdefinisi. Wahai cahaya..... berikan jiwa-jiwa itu lentera...*

Selasa, 05 April 2011

Aku dan Embun

aku ingin sepertimu embun.......
engkau yang selalu datang kala sepertiga malam
setelah bersujud dalam tahajud

kau curahkan titik-titik kesejukan di bumi, bunga, daun dan semesta,
selalu tanpa lelah....

aku nikmati saja keindahanmu
walo aku tak tahu
yang kau curahkan itu senangmu atau tangismu

wahai embun..., itulah kekuatan pesonamu
memberi tanpa mengeluh
tulus sepenuh jiwa
diam tak banyak kata
tapi selalu ada, menyejukkan jiwa..

aku ingin sepertimu embun....
tolong ajari aku agar bisa sepertimu...


......dan satu lagi pintaku,
kelak jika aku sudah tiada
saat jiwa terusir dari raga
temani-ku selalu di atas pusaraku
seperti engkau temani kasihku